✿ Tips for Teenager
Apa yang terbayang ketika berbicara tentang liburan, nonton bareng, jalan-jalan? Bukankah semuanya adalah aktivitas yang menyenangkan? Meskipun hanya sebatas membayangkan bukankah ketika membayangkan aktivitas tersebut, yang tergambar adalah aktivitas yang membahagiakan? Lantas bagaimana bayangkan Anda ketika mendengar aktivitas belajar? Mungkin berbagai kesan akan muncul, nah bagaimana dengan pendapat Anda tentang belajar? Apakah aktivitas tersebut adalah aktivitas yang menyenangkan atau sebaliknya?
Belajar, termasuk didalamnya adalah belajar mata pelajaran di sekolah atau belajar mata kuliah, bagi sebagian besar orang adalah aktivitas yang menjemukan, aktivitas yang membosankan, menyiksa dan pasti tidak menyenangkan. Kebanyakan dari kita, jika diberikan kesempatan memilih antara belajar dan mengerjakan aktivitas lain sepertinya mending mengerjakan pekerjaan lain asal jangan belajar, nah bagaimana dengan pengalaman Anda?
Jika situasi ini yang terjadi maka bisa dipastikan kita belum mencintai belajar, jikalau belum mencintai belajar maka yang dirasakan belajar itu sulit, belajar itu membosankan, kita akan malas berlama-lama dengannya, semenit serasa satu jam, apapun yang berkaitan dengan hal ini menjadi aktivitas yang membosankan, nah jika sudah demikian bisa jadi belajar menjadi hal yang berat untuk dikerjakan, jika belajar itu dikaitkan dengan belajar mata pelajaran, nilai ujian yang di dapat biasanya kurang bagus. Imbasnya justru kita akan semakin benci dengan pelajaran itu, jika di skemakan akan menjadi seperti ini:
Sebaliknya mereka yang mencintai belajar, mereka akan dekat dengan aktivitas ini, merasa kangen untuk selalu bertemu, merasa satu jam serasa sekejap, sangat enjoy dan sulit untuk dipisahkan, dan ketika berpisah rasanya pengen segera ketemu, bisa jadi mimpinyapun belajar, nah inikan ciri-ciri orang yang jatuh cinta, dan biasanya mereka yang “jatuh cinta” dengan belajar akan
mendapatkan nilai pelajaran bagus, mereka selalu memiliki hubungan emosi positif dengan belaja, jika kita menyenangi belajar maka pikiran pun akan positif, jika pikiran positif maka tindakanpun positif, jika tindakan positif maka hasil-hasilnya pun akan positif dengan demikian hasil-hasil itu akan meningkatkan kecintaan kita terhadap belajar, skemanya menjadi seperti ini:
Tahukah bahwa sebenarnya suka atau tidak suka kitalah yang membuatnya, kitalah yang menciptakannya. Dengan atau tanpa disadari kitalah yang menghubungkan antara aktivitas tertentu dengan emosi tertentu, melalui pembiasaan melalui pengalaman, melalui informasi dan referensi dan sebagainya sehingga ketika aktivitas itu dilakukan maka secara otomatis hadir pula emosinya.
Orang yang jatuh cinta, bukankah sebelumnya biasa-biasa saja, hanya karena mereka selalu melihat sisi positif dari sesuatu yang dicintainya, lama kelamaan nyaman dan akhirnya jatuh cinta kan? Begitu pula dengan belajar, kita bisa “cinta lokasi” dengan yang namanya belajar.
Sekarang kita ambil contoh pelajran bahasa inggris, adakah yang merasa kelsulitan dengan pelajara itu? Mungkin awalnya kita tidak ada perasaan benci dengan pelajaran tersebut, tapi ada orang lain yang mungkin kita percayai dan kita hormati mengatakan bahwa pelajaran bahasa inggris itu sulit, mungkin awalnya kita tidak menganggap sulit, tapi ada kejadian emosional dalam sekali waktu ujian kamu jeblok dan mendapatkan nilai sangat rendah, atau pengalaman yang terus menerus terjadi sejak TK, SD, SMP lanjut ke SMA memiliki pengalaman dan perasaan yang sama terhadap bahasa inggris, SUSAH ! Betul?
Nah diantara semua hal itu, yang paling berpengaruh terhadap suka atau bencinya kita terhadap pelajaran bahasa inggris adalah kita sendiri, kitalah yang menciptakan perasaan itu, kitalah yang menghubungkan antara pelajaran bahasa inggris dengan perasaan benci itu, maka dengan cara yang sama kita bisa membuat diri kita menyukai bahasa inggris.
Bagaimana caranya?, mungkin itulah pertanyaan yang pertama kamu ajukan, nah berikut saya akan bagikan tipsnya, bagaimana caranya kita bisa mencintai belajar, semoga bermanfaat:
- Selalu katakan sesering mungkin dan yakinkan dalam hati bahwa bahasa inggris itu mudah dan aku sangat menyukainya, lakukan setiap bangun tidur, ketika hendak tidur, ketika bertemu dengan guru bahasa inggris, ketika belajar bahasa inggris, semakin sering semakin baik. Intinya adalah pengulangan dan melibatkan perasaan senang pada saat mengucapkannya.
- Bergabung dengan guru dan bertemanlah dengan mereka yang menggandrungi mata pelajaran tersebut, banyak-banyaklah berinteraksi dan banyaklah bertanya kepada mereka perihal pelajaran tersebut, dengan cara itu kita akan tahu apa yang menyebabkan mereka sangat gandrung dengan mata pelajaran.
- Cobalah untuk beberapa kali menciptakan bayangan dalam benak ketika kamu mendapatkan nilai yang luar biasa ketika menguasai pelajaran tersebut, apa perasaannya, apa yang Anda lakukan dengannya, bagaimana penghargaan orang lain kepada kamu, termasuk orang-orang yang paling dekat dengan kamu, dan bagaimana sikap mereka saat itu. Lakukan hingga benar-benar terimajinasikan.
- Carilah waktu dan tempat dimana kamu merasa belajar begitu teramat mudah, posisi menentukan prestasi memang benar adanya, tapi bukan untuk nyontek loh, tetapi untuk membuat Anda nyaman dan merasa tenang ketika berada di situ dan di saat itu.
Oya sobat, tidak membenci bukan berarti mencintai, ciri orang yang mencintai belajar dia tidak akan mengenal pamrih, apalagi mengharapkan nilai, dia lakukan atas dasar kesukaan, dia melewatkan hari dan waktu dengannya, kangen jika lama tidak berjumpa dengannya, selalu teringat dimanapun dan kapanpun, selalu terkesan dalam setiap pertemuan, nah seperti itu pulalah belajar, dengan cara itulah kita akan mendapatkan imbalan dari apa yang kita cintai.







.jpg)






.jpg)
