Pages

Sabtu, 07 Januari 2012

Optimisme : Obat Penangkal Depresi & Rendah Prestasi

Salah satu kualitas emosional yang diajarkan dalam konsep Emotional Intelligence yang lebih dkenal dengan istilah " kecerdasan emosional " adalah optimisme. optimisme adalah kebiasaan berfikir positif dan kecenderungan untuk memandan segala sesuatu dari sisi dan kodisi yang baiknya dan mengharapkan hasil  yang paling memuaskan dari apa yang telah dilakukannya.
anak-anak optimis akan tumbuh menjadi anak- anak yang menyenangkan, semangat dan keceriaan mereka akan menular. perlu dipahami optimisme lebih dari sekedar bakat kepribadian yang menarik. Namun lebih dari itu, orang yang optimis jarang menderita depresi, lebih sukses disekolah dan pekerjaannya. dan yang mengejutkan mereka yang memiliki karakter optimis memiliki tubuh lebih sehat dari pada orang pesimis. satu lagi, optimisme dapat diajarkan.

Bagaimana menjadi anak anda optimis????
Pertama  : Berhati- hatilah dalam mengkritik anak.
Perhatikan cara anda (orang tua ) mengkritik anak." menyalahkan secara berlebihan akan menimbulkan rasa bersalah dan malu lebih dari pada yang diperlukan untuk membuat anakberubah." Dalam mengkritik perlu juga dikembangkan gaya memberikan penjelasan yang optimis, uraikan masalah secara realistis apabila penyebabnya spesifik dan dapat diubah. bila anda mengkritik atau menegur anak anda, anda sedang mempengaruhi cara pandang mereka terhadap kehidupan, secara optimis atau pesimis.


Kedua : Menggunakan anda sendiri (orang tua ) sebagai model.
Anak cenderung meniru perilaku dan perkataan orang tua, mereka akan menyerap aspek- aspek yang baik sekaligus yang buruk. jika anda ingin mereka menikmati manfaat pola pikir yang optimis berarti sebagai orang tua, anda pun harus mengubah pola pikir anda menjadi orangtua yang optimis. Seringkali sebagai orangtua, kita melontarkan kalimat-kalimat negative sebagai contoh : Nilai matematika anak selalu jelek, komentar  negative yang sering kita lontarkan : "masa soal mudah begini kamu tidak bisa? Mau jadi apa kamu?"
Ubahlah menjadi komentar positive : "Kalau kamu belajar lebih rajin dan meminta PR tambahan sebelum ulangan, ibu/ bapak yakin nilaimu dapat maju lebih baik.

Ketiga : Mengubah pola pikir anak
Dengan membuat anak-anak membayangkan suatu masalah intern sebagai sesuatu yang berada diluar, ini memungkinkan memandangnya dengan cara baru. Menyebut sebuah masalah sebagai "musuh", dapat memotivasi anak untuk melakukan sesuatu yang baru. Ia sadar, kadang-kadang untuk pertama kalinya, bahwa ia tidak buruk, yang buruk adalah sesuatu atau masalah yang telah mengendalikan pikirannya.
Perlu diingat, bahwa anak-anak dapat diajari bersikap lebih optimis sehingga anak-anak memiliki cara pikir realistis serta mampu mengambil kesempatan-kesempatan untuk menghadapi tantangan yang sesuai dengan usianya, kemudian menguasai cara-cara menghadapi tantangan tersebut.

Selasa, 03 Januari 2012

Salah Motivasi Takut Yang Di Dapat

Ada seorang anak laki-laki yang bernama Brave - lahir diurutan pertama . Pandangan yang beredar di masyarakat menyatakan bahwa seorang anak laki-laki harus mampu tumbuh menjadi anak yang pemberani dan mampu melindungi adik-adiknya maupun orangtuanya . Namun pada perkembangan anak ini , terjadi penyimpangan . Si anak tumbuh menjadi anak yang takut suasana gelap dan takut suasana guntur .
Sebagai orang tua , penyimpangan ini disikapi dengan pemberian motivasi seperti ini '' Mama aja , dulu waktu kecil berani sama gelap . Waktu itu umur mama masih lebih kecil dari kamu loh  . Masa kamu sudah SD masih saja takut . Kalau kamu masih bayi , wajar kamu takut gelap . Sekarang kan udah gede , udah punya adik lagi" . atau " Ayo dong kak .. masa sama guntur aja takut . Kan ada mama disini " atau " Ingat loh .. nama kakak kan Brave , artinya itu pemberani . Jadi anak yang pemberani dong " . Motivasi yang diberikan sang Bunda , justru membuat Brave menjadi lebih ciut nyalinya menghadapi suara keras dan gelap . Bahkan rasa takutnya ini jadi merembet menjadi takut bertemu orang lain . Rasa takut Brave tentu penya sejarah sebelumnnya . Usut punya usut , ternyata ketika Brave masih balita pernah dikunci di kamar mandi oleh beby sitternya . Pengalaman traumatis ini , yang belum mendapatkan penanganan terbawa hingga sekarang dan diperparah dengan kesalah memberi motivasi kepada Brave . Maksud sang ibu adalah baik yaitu menumbuhkan keberanian dalam diri anaknya namun kurangnya satu langkah dalam pemberian motivasi menyebabkan motivasi tersebut tidak diterima dengan baik oleh bawah sadar si anak .
Langkah apa yang kurang ? 



Motivasi ... kata populer dalam mendidik anaka-anak .. Mulai dari orang tua hingga kepala sekolah , pasti pernah melontarkan kata ajaib ini . " Anak ibu kurang dimotivasi , tolong ya dimotivasi dirumah " . Atau '' Motivasinya mudah dipengaruhi temen-teman jadinya dia sering ikut-ikutan ulah temennya . Tolong diperhatikan ya '' Pernah mendengar himbauan ini ?

Apakah motivasi itu ? Menurut kamus Merriam-webster's 11th , motivasi adalah suatu ( seperti kebutuhan atau keinginan  ) yang menyebabkan seseorang mau bertindak atau bereaksi . Defenisi yang baik bukan ? Karena baiknya , banyak orang yang menggunakannya namun seringkali kelebihan dosis , sehingga kurang menjadi tepat guna .

Berikut langkah-langkah pemberian motivasi agar lebih berhasil dan di dengar anak :
1. Pahami dan terima semua perasaan dan pikiran anak Rasa takut , rasa malas , rasa tidak aman , rasa cemas , pastilah berawal dari pemikiran yang salah yang tercipta dalam otak anak . Tugas Orang tua pada saat awal ini adalah menggali kesalahan-kesalahan pemikiran dari anak yang menyebabkan ia memiliki rasa takut dan perasaan negatif lainnya . Setelah mendapatkan pemikiran salah yang melatar belakangi munculnya perasaan itu , maka tugas selanjutnya adalah menerima dan memahami perasaan dan pemikiran tersebut . Keselahan terbesar orang tua adalah justru menertawakan , mengabaikan dan meremehkan perasaan anak . Akibatnya , anak menjadi semakin jauh dengan kita , sebagai orangtua dan ia menjadi tidak berani terbuka dan jujur lagi . Ada juga anak yang tidak termotivasi dalam belajar lebih dikeranakan ia merasa kurang diperhatikan oleh orang tua . Dampaknya ia menjadi malas belajar supaya mendapatkan perhatian walau negatif .
Dengan dimarahi atau ditemani ketika belajar , anak mendapatkan hal yang diinginkannya yaitu perhatian dan dekat dengan orang tua  . Jika hal ini terjadi pada diri anak anda terimalah perasaan kurang diperhatikan tersebut dan mulailah memberikan perhatian pada anak dengan memiliki waktu berdua diluar jam belajar .

2. Berikan pemikiran yang benar 
Setelah tau latar belakang pemikirannya yang mebawa pada munculnya perasaan yang negatif , tugas Orang tua selanjutnya adalah meluruskannya . Misalnya juka anak merasa takut denga ujian yang akan dhadapi besok . Cukup katakan " Terkadang rasa takut itu mebuat kita menjadi lebih siaga sehingga lebih waspada terhadap apa yang akan dihadapi besok '' . Jadi rasa takut itu sebenarnya pengingat kita untuk menghadapi suatu tantangan . Atau " Kadang-kadang mama harus menghadapi dulu tantangannya , kerjakan dan selesaikan dulu , baru akhirnya mama sadar bahwa sebenarnya mama itu pintar juga lo '' . Ujian itu memamng rasanya menakutkan tapi kalau kita sudah belajar , istirahat yang cukup , mama rasa pasti kita semua akan berhasil melewati . kalaupun ternyata masih kurang memuasakan ya tidak masalah nanti pasti akan lebih baik lagi ''


3 . Berikan sugesti bahwa kita percaya pada kemampuan anak Pemberian sugesti ini akan membantu anak untuk mempercayai dirinya sendiri . Kadang kala rasa percaya diri timbul ketika ada satu orang yang percaya bahwa kita memiliki kemampuan untuk menghadapi suatu tantangan . Bagi suatu orang '' Satu orang '' itu adalah kita sebagai orangtuanya atau orang terdekatnya . Cukup katakan '' Papa percaya , malam ini kamu akan tidur dengan enak dan besok akan buka mata dengan badan yang segar . Atau '' Mama yakin ujian besok dapat kamu kerjakan dengan teliti dan rapi , kerjakan saja dan nikmati semuanya , ok ! '' 

Mengamati Proses Pembentukan Diri Melalui Tahapan Berpikir

Tingkat berfikir seseorang terbentuk melalui proses panjang sebuah proses  panjang yang tidak di sadari manusia secara langsung proses berpikir seseorang  terbentuk tiap saat, saat manusia tersebut tumbuh dewasa, bersosialisasi dengan sekelilingbya dan melalui proses berfikir.
Menyadari secara  jelas dan benderang, tahapan yang membentuk prosesberfikir seorang manusia, akan, membantu kita untuk menentukan, mengkontrol dan bahkan  mengendalikan banyak hal dalam hidup kita, yang membantu terbentuknya proses berfikir kita. Praktisnya, anda jadi mana dalam proses mengetahui berada pada tahapan mana dalam proses pembentukan pikiran, dan bagaimana untuk membentuk pikiran yang bersifat positif atau membangun selain itu anda dapat jadi lebih peka terhadap  anak anda orang-orang terdekat anda yang sedang dalam tahapapan membentuk roses berfikir yang ideal. Bagian dalam kehidupan apa saja kah yang membentuk proses berfikir kita? 


1. Tahapan pertama yang membentuk proses berfikir kita adalah Orang tua. Seseorang yang pertama kali menjumpai kita di dunia, memberikkan bentuk yang sempurna dari seorang manusia sempurna, bagi anda. Ratu Elkizabeth II yang berkata, "Aku belajar seperti proses belajarnya kera, yaitu dengan menyaksikan dan meniru mereka" 
Melalui orang tua, kita belajar berbagai macam pengetahuan dasar. belajar berkata-kata, berekspresi (gerakkan tubuh dan wajah), berprilaku, menanamkan, norma dasar dalam hidup kita, memilih keyakinan, menanamkan nilai-nilai luhur pada diri kita. 
2. Tahapan kedua adalah Keluarga selain ayah dan ibu yang merupakan Orang tua, tentu saja ada saudara(kakak,adik),paman,bibi,kakek,nenek. kita sering kali menjupai,seorang adik,yang cenderung mencontoh perilaku kakaknya.atau seorang kakek dan nenek,yang menganjarkan berbagai macam hal pada cucunya.
3. Tahapan ke tiga adalah Masyarakat.Yang di maksud masyarakat adalah orang-orang di sekitar yang berinteraksi dengan kita
4. Tahapan yang keempat adalah Sekolah. Merupakan sebuah sistem organisasi sosial yang kita jumpai setelah keluarga.Sekolah memberikan berbagai norma dan nilai-nilai baru pada kita.teman dan lingkungan sosial yang baru .
Berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang-orang baru,menyebabkan dunia berfikir kita semakin kaya dan luas.guru atau pendidik juga memberikan pengaruh yang luas pada proses berfikir kita guru yang baik tidak hanya memberikan pengetahuan tentang akademis,tetapi juga pengetahuan tentang norma dan nilai luhur dalam hidup.guru yang baik juga mampu untuk mendidik dan mengajarkan muridnya untuk memberdayakan pikirannya.
5. Tahapan yang ke lima adalah teman.berteman merupakan proses aktualisasi diri kita pertama kali dalam kehidupan,karna dalam berteman,kita sendiri yang menentukan pilihan,dengan siapa kita memilih untuk mengaktuallisasikan diri.
teman merupakan bukti dari ke bebasan dan penerimaan dari masyarakat pada diri kita.melalui teman kita jga belajar bermacam hal.positif maupun negatif, yang keseluruhannya membentuk diri kita keseluruhan.
6. Tahapan yang terakhir adalah Diri Sendiri. Akal dan hati menyerap berbgai macam pemikiran dan hal-hal baru dari luar yang terekam dalam otak kita. Tugas kita untuk kemudian membentuk semuanya secara keseluruhan menjadi milik kita sendiri. Menjadi pikiran kita sendiri. Akal kita yang bertugas menggabungkan sikap baru dengan data-data sebelumnya yang baru didapatkan. Melalui proses berfikir , akan melahirkn pengetahuan , pemahaman , nilai , keyakinan dan prinsip.

Manfaat Musik

Musik memberikan banyak sekali manfaat bagi anak-anak didalam setiap tahap perkembanganmereka. Dengan terlibat bersama musik, baik sebagai pendengar , penikmat , maupun dalam bentuk keterlibatan aktif dengan menyanyi , bergoyang , menari atau mempelajari alat musik.


Berikut manfaat musik menurut hasil penelitian sebagaimana dikutip BBC :
1.  Musik membantu perkembangan bicara
menyanyi lagu sederhana mengajar kepada anak-anak tentang bahasa.
demikian menurut Jessica Pitt dari the Pre-school Music Association. Melalui lagu, mereka belajar bagaimana kata diucapkan dan kalimat terbentuk. Proses belajar itu sangat alami karena berlangsung dengan cara menyenangkan. Lagu, musik, gerakan-gerakan yang mereka lakukan saat bernyanyi membantu mereka memplajari bahasa.


2.  Musik membantu anak belajar Matematika
Menurut Prof. Gordon Shaw dari university of California, ketika anak-anak belajar irama musik (rhythm), mereka belajar mengenai rasio, pembagian dan proporsi.


3.  Musik meninggkatkan ketrampilan social
anak-anak yang belajar dan terlibatdengan music  mengembangkan kemampuan kohesi social yang lebih baik dan pemahaman terhadap diri dan orang lain yang bagus. Selain itu, aspek emosional pada musik memberikan manfaat besar untuk pengembanggan ketrampilan socialseperti empati.


4.  Musik meningkatkan perkembangan intelektualitas
"Musik membantu meningkatkan kemampuan anak untuk berpikir abstrak dengan memperkuat pola penyambungan syaraf otak yang berhubungan dengan kognisi musik dan spasial" , kata Dr. Frances Rauscher dari the University of Wisconisn.


5.  Musik meninggkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berekspresi
Sebagai bahasa non-verbal, musik dapat menyampaikan kompleksitas emosi dan menawarkan bentuk ekspresi yang non-lisan yang sangat bermanfaat untuk anak-anak pemalu atau mereka yang sulit berkomunikasi dengan baik secara lisan.

Tips Mengajar Anak-anak Atau Remaja ( Memanfaatkan Cara Kerja Otak )

Mengetahui bagaimana otak bekerja memberi kesempatan kepada orang tua untuk membuat linggkungan belajar yang tinggi bagi anak . Dengan memanfaatkan prinsip pembelajaran berdasarkan cara kerja otak berikut ini , bis meningkatkan hasil belajar anak di kelas .
1.Setiap anak punya gaya belajar yang berbeda
2.50% adalah pelajar visual ( penglihatan) , mereka lebih menyukai dan mengerti gambar-gambar , grafik , dan tulisan dibuku dari pada ceramah .
3.30% adalah pelajara kinestetik ( peraba , gerakan ) , mereka lebih membutuhkan aktivitas yang berdasarkan perabaan dan pergerakan .
4.20% adalah auditory (suara atau pendengaran) , mereka belajar dengan baik ketika mereka berbicara tentang apa yang mereka pelajari .
5.Otak bekerja lebih baik saat berada pada keadaan emosi yang positif , anak harus belajar saat merasa aman secara fisik dan emosi sebelum otaknya siap untuk belajar . Orangtua bisa membuat situasi lingkungan belajar yang positif dengan memberi dorongan dan pujian pada usaha-usaha yang telah dilakukan anak .
6.Otak belajar informasi baru melalui modul-modul kecil . Penelitian tentang otak menyatakan bahwa anak-anak usai antar 5-13 tahun belajar paling baik saat mereka diberi informs 2-4 modul . 
Anak-anak usia 14 keatas bisa belajar sampai dengan 7 modul pada saat yang sama . Guru dan orangtua harus merencanakan batasan ini dan mengajarkan materi dalam bentuk modul-modul kecil .
7.Otak juga bekerja menurut jadwal waktu tertentu . Anak-anak usia 5-13 tahun belajar paling baik dengan penambahan waktu 5-10 menit . Anak usia 14 tahun keatas belajar dengan peningkatan waktu sampai dengan 10-20 menit . Kadang-kadang , orangtua bisa menanbahkan batasan ini melalui bantuan yang positif .  8.Anak-anak belajar dengan baik jika materi baru yang diajarkan lebih dulu dan materi sebelumnnya diulang saat akhir pelajaran .
9.Sangat baik lagi untuk mengajari anak pada unit-unit pendek (1-2 bagian pada satu waktu ) dan kemudian memberi waktu pada mereka . Anak memerlukan waktu untuk mempraktekkan keahlian yang mereka pelajari .
   10.Anak memerlukan sedikit waktu untuk mengistirahatkan otaknya terhadap tugas-tugas tertentu . Memberi waktu bebas antara satu pelajaran kepelajaran lainnya , bisa meningkatkan fokusnya , sebagai contohnya memberi waktu untuk berdiri dan meregangkan otot , mengobrol sekitar 2 menit , dan lain-lain . Otak akan lebih siap untuk tugas dan menyimpan informasi .                         


Matematika Kehidupan



Tidak ada satupun cita-cita besar yang dicapai dalam waktu sekejap . Semua biografi orang-orang sukses mengajarkan satu hal : Kunci keberhasilan adalah dengan terus menapak selangkah demi selangkah terus berusaha secara kontinu tanpa kenal lelah . Ini adalah suatu kebenaran  yang tak terbantahkan . Proses untuk mencapainya adalah dengap belajar setiap hari dengan kontinyu tanpa mengenal '' Berhenti '' atau '' Cuti '' 


Success if True , if ...

Semua orang pasti ingin sukses , keinginan untuk sukses itu sangat besar tapi jarang sekali yang mau serius meraih kesuksesan itu . Jadi , hanya sebatas keinginan tanpa disertai tindakan dan kemauan . Kesuksesan itu sebenarnya bisa diraih asal mau berusaha , tekun , dan ulet . Setiap kesuksesan dimulai dengan impian besar . Namun mimpi saja tidak cukup , kamu harus aktif merealisasikan yang ada dalam pikiran kamu . Dan proses ini harus diimbangi dengan tindakan yang konstan ! Juga disetiap menit kamu harus berpikir , '' bahwa kamu pasti dapat meraih sukses '' .
Keberhasilan akan datang bila kita mencintai apa yang kita kerjakan . Mengapa ? Karena kita akan lebih bersemangat mengejar tujuan kita , jika  kita membenci pekerjaan kita sekarang , apakah kita akan berhasil ??? Tidak sama sekali !!! Meskipn kamu kompoten melakukan tugas, kamu akan mendapatkan hasil yang maksimal , meraih kesuksesan jika kamu melakukan sesuatu yang menjadi minat kalian .
Kita memiliki kelebihan dan kekurangan , agar efektif kamu harus mengenali kelebihan dan berkonsentrasi pada hal tersebut . Kamu akan semakin sukses jika mampu menggabungkan dengan upaya di area yang harus kamu kuasai dengan baik . Jika ingin sukses kamu harus sepenuhnya percaya dengan sasaran dan apa yang kamu lakukan . Tidak ada orang sukses hanya dengan berpangku tangan .
Penting untuk membentuk kerjasama dengan orang-orang yang dapat membantu dan yang dapat kamu bantu . Agar berhasil kamu harus memiliki ketrampilan networking yang bagus dan jeli melihat peluang . Tidak seorangpun yang mengatakan jalan sukses itu mudah . Disamping intensitas dan kerja keras , terkadang kamu mengalami kegagalan . Dibidang apapun kamu , selalu ada kemudahan , kekalahan dan kegagalan itu adalah hal yang wajib . Hal inilah yang akan semakin mematangkan kemampuan .

             Thomas Huxley mengatakan , '' Lakukan apa yang harus kamu lakukan , terlepas kamu menyukai atau tidak '' .
Dan kesuksesan akan terjadi jika kita sungguh-sungguh melakukannya . 
                     '' First of all be success ''